Internalisasi Nilai Keislaman dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA: Studi Fenomenologis atas Pengalaman Religius Siswa

Authors

  • Afit Tito Purwani Institut Agama Islam Darul A’mal Lampung Author
  • M. Willian Anwar Universitas Nahdlatul Ulama Lampung Author

Keywords:

internalisasi nilai, kejujuran, tanggung jawab, PAI & BP, interpretative phenomenological analysis, pendidikan karakter

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana siswa SMA swasta Islam memaknai dan menginternalisasi nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI & BP). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) terhadap siswa kelas XI yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan aktif dan pengalaman reflektif mereka terhadap nilai moral. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis melalui tahapan pembacaan berulang, pencatatan eksploratif, pengembangan tema emergen, dan analisis lintas kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung secara dialogis melalui interaksi tiga domain, yaitu personal, relasional, dan institusional. Kejujuran dimaknai sebagai kesadaran moral personal yang berakar pada refleksi diri dan pengalaman spiritual, sedangkan tanggung jawab dipahami sebagai praktik relasional yang membentuk disiplin diri melalui pengalaman sosial. Guru dan budaya sekolah berfungsi sebagai bingkai normatif yang menyediakan keteladanan dan konsistensi nilai, sementara ketegangan antara norma institusional dan pengalaman personal justru menjadi ruang refleksi yang memperdalam pembentukan identitas moral siswa. Penelitian ini mengusulkan model Internalisasi Dialogis Nilai dalam pembelajaran PAI & BP yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam konstruksi makna moral

Downloads

Download data is not yet available.

References

Althof, W., & Berkowitz, M. W. (2006). Moral education and character education: Their relationship and roles in citizenship education. Journal of Moral Education, 35(4), 495–518.

Ammerman, N. T. (2016). Lived religion as an emerging field: An assessment of its contours and frontiers. Nordic Journal of Religion and Society, 29(2), 83–99.

Arthur, J. (2005). The re-emergence of character education in British education policy. British Journal of Educational Studies, 53(3), 239–254.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.

Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2005). What works in character education. Journal of Research in Character Education, 3(1), 29–48.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.

Darling-Hammond, L. (2006). Powerful teacher education. Jossey-Bass.

Dewey, J. (1933). How we think. D.C. Heath.

Fives, H., & Buehl, M. M. (2012). Spring cleaning for the “messy” construct of teachers’ beliefs. In K. Harris et al. (Eds.), APA educational psychology handbook (Vol. 2, pp. 471–499). APA.

Furqon, H. (2010). Pendidikan karakter dalam perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 45–60.

Gadamer, H.-G. (2004). Truth and method (2nd rev. ed.). Continuum.

Hidayat, K. (2012). Pendidikan agama dan pembentukan karakter bangsa. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(1), 1–15.

Husserl, E. (1970). The crisis of European sciences and transcendental phenomenology. Northwestern University Press.

Kemendikbud. (2018). Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kementerian Agama RI. (2019). Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA/MA. Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kohlberg, L. (1984). Essays on moral development: Vol. 2. The psychology of moral development. Harper & Row.

Lapsley, D. K., & Narvaez, D. (2006). Character education. In W. Damon & R. Lerner (Eds.), Handbook of child psychology (6th ed., Vol. 4, pp. 248–296). Wiley.

Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

MacIntyre, A. (2007). After virtue (3rd ed.). University of Notre Dame Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Narvaez, D., & Lapsley, D. K. (2009). Moral identity, moral functioning, and the development of moral character. Psychology of Learning and Motivation, 50, 237–274.

Nucci, L., & Narvaez, D. (2008). Handbook of moral and character education. Routledge.

Palmer, P. J. (1998). The courage to teach. Jossey-Bass.

Rest, J. R., Narvaez, D., Bebeau, M., & Thoma, S. (1999). Postconventional moral thinking: A neo-Kohlbergian approach. Lawrence Erlbaum Associates.

Ricoeur, P. (1981). Hermeneutics and the human sciences. Cambridge University Press.

Salahudin, A. (2011). Pendidikan karakter dalam perspektif Islam. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 6(1), 15–28.

Sanderse, W. (2013). The meaning of role modelling in moral and character education. Journal of Moral Education, 42(1), 28–42.

Schwandt, T. A. (2015). The Sage dictionary of qualitative inquiry (4th ed.). Sage Publications.

Smith, J. A. (2011). Evaluating the contribution of interpretative phenomenological analysis. Health Psychology Review, 5(1), 9–27.

Smith, J. A., Flowers, P., & Larkin, M. (2009). Interpretative phenomenological analysis: Theory, method and research. Sage Publications.

Suyadi. (2013). Strategi pembelajaran pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(1), 12–25.

Tilaar, H. A. R. (2012). Perubahan sosial dan pendidikan: Pengantar pedagogik transformatif. Rineka Cipta.

Wibowo, A. (2012). Pendidikan karakter: Strategi membangun karakter bangsa berperadaban. Pustaka Pelajar.

Yusuf, M. (2014). Pendidikan karakter berbasis nilai Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 11(2), 135–150.

Downloads

Published

2026-02-26

Issue

Section

Articles

How to Cite

Internalisasi Nilai Keislaman dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA: Studi Fenomenologis atas Pengalaman Religius Siswa. (2026). WULANG: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 1(1), 18-33. https://journal.ods-publications.com/index.php/wulang/article/view/13